Harta, Tahta, Margaretha

  • Hello!
  • Twitter
  • Ask.fm
  • Instagram
Home Archive for 2025

“Bantuin adek kamu dong, ibu nggak ngerti tuh. Kalo kamu kan bisa dilepas sendiri..”


..yang kemudian diikuti tanggapan:


 “Masa gitu aja gak bisa? Dulu aku bisa tuh sendiri.”

…


“Kami gak pernah worry sama kamu. Kamu dari kecil udah bisa mandiri, dilepas sendiri juga aman aja..”


…


Nggak jarang deh denger kalimat ini. Nggak ding, sering malah. Dulu sih bangga ya dengernya, tapi makin ke sini jadi makin jelas apa yang akhirnya terbentuk dalam diri.


Somehow it broke something inside me. What sounds like pride also feels like loneliness. Kamu cari tahu sendiri, kamu cari jalan sendiri. Kalau jatuh, bangun sendiri. Kalo lari, kakinya sakit, diobati sendiri. Semua berujung kamu jadi pribadi yang tangguh—namun jadi keras. Kamu bahkan nggak ngerti rasanya, boleh istirahat kalau lagi capek. Kamu juga nggak ngerti rasanya, boleh jalan kalau lagi nggak bisa lari. Sedihnya, kamu nggak hanya keras ke diri sendiri, kamu juga jadi keras pada orang yang mendekat, yang harusnya dapetin kamu dengan versi yang hangat dan lembut.

…


“Masa gitu aja gak bisa sih? Dulu aku tuh bisa kok, malah gak ada yg bantuin.”


See?


Itu semua bikin kamu merasa semua orang harusnya bisa melakukan hal yang dulu kamu lakukan sendiri. Padahal, in fact, nggak semua orang itu sama. Adek dan kakak, even mereka lahir dari rahim yang sama pun, berbeda. 


Pun itu bikin kamu perfeksionis, dominan, suka ambil kendali. Kamu merasa berantakan ketika kamu gak punya power atau dominance. Bikin kamu marah ketika suatu hal berjalan di luar prediksi kamu. Bikin kamu marah ketika suatu hal berjalan di luar kendali kamu. Padahal ya, nggak semua hal bisa kamu kontrol. 



Or maybe it’s just you being vulnerable.



And it feels like nobody ever really looked too closely, nobody wondered if the strong one was tired. It somehow makes you realized that you’re not living your life—you’re just in the survival mode.





Kalau dia senyum, matanya ikut tersenyum. Kalau dia happy, wajahnya merah, matanya berbinar. 


She is the happy pill people talk about. Ketawa terus, girang terus. Receh, gampang terhibur. Rame, nggak pernah kehabisan bahan obrolan.


Kata orang lain yang nggak deket-deket banget sih, begitu.


….


Dia angkuh. Pemarah. Gampang emosi. Nggak sabaran. Sumbu pendek. Moody. Nggak bisa diatur, keras kepala.


Nah kalau ini, kata orang dekat. And let’s talk about this.


….


She is 30. She is a first-born. Dibesarkan dengan baik—dan mandiri. Selalu berusaha cari tahu sendiri. Jatuh sendiri, bangun sendiri. Masih ada di ingatan, awal mula lanjut sekolah dan dia merasa tertinggal dari yang lain. Nggak mau kalah, dia belajar sendiri…..lewat YouTube. Masih ada di ingatan, dia buka jasa translate abstract skripsi, karena dia suka jajan tapi nggak pengen ngerepotin orang tua. Dia perempuan yang ngotot mau segera bekerja setelah lulus kuliah, because she is the breadwinner.


“Ya gimana caranya lah pokoknya.” Konsepnya gitu.



….




Ternyata itu bikin dia merasa bisa apa-apa sendiri, nggak butuh orang lain. Bikin dia emosi kalau lihat ada yang harus minta bantuan terus menerus. “Lah guwehh dulu bisa sendiri, harusnya dia bisa lah”, berkali-kali diucapkannya.



….


Orang bilang dia keras kepala, orang bilang dia berhati keras dan galak. Orang bilang dia tidak mau dengar nasehat, orang bilang dia sulit diatur.



Mungkin orang lupa, kalau dia yang bisa diandalkan ketika situasi tidak baik-baik saja. Bagi orang lain, dia tidak bisa diatur, karena dia tahu apa yang dia mau. She’s the stubborn kid, and the resilient one. She’s loveable, you just need to see  her from different point of view. She’s the one you can run to when life’s getting rough. She has the warm hug, the one support system you need.



And she is me, the girl they talk about.


Langganan: Komentar ( Atom )

ABOUT AUTHOR

just a girl who trying to be independent.

LATEST POSTS

  • That One Word.
     (ceritanya lagi nengokin blog setelah ditinggalin lama banget..) Oh, hi there. Apa kabar? How's life? Mine has its ups and downs, but s...
  • The Girl They Talk About
    Kalau dia senyum, matanya ikut tersenyum. Kalau dia happy, wajahnya merah, matanya berbinar.  She is the happy pill people talk about. Ketaw...
  • Oh, I can see the pink sky (again, finally)
      “Nggak mungkin sih hidup begini banget terus hadiahnya cuma piring cantik” — me mumbling to myself after a rough day.   “Iya tau nanti sem...
  • The man who checks all the boxes
     “Kamu udah ngantuk?” he asked “Belom..” she replied, and lied. He continued his story.  Silence. And she fell asleep again. He giggled know...
  • Hangat, sekali.
    Dua hari kemarin, saya diem-diem nangis. Akhir bulan kemarin, saya juga nangis. Semua tercatat rapi di buku yang saya tulis sendiri. Saya se...
  • It's what we called; Human Journey.
    Saat ini, saya hanya seorang perempuan biasa berusia 28 tahun. Dan setelah 28 tahun saya hidup, banyak sekali pertemuan dan perpisahan yang ...
  • A self reminder.
    Dulu, kalo saya suka sama orang, saya ngomong. Saya nggak suka sesuatu, saya ngomong. Saya nggak suka diperlakukan begini, saya ngomong. Dul...
  • Grief Phase
     Kata orang, "When you're happy, you enjoy the music. But when you're sad, you understand the lyrics." Same goes to me. Ka...
  • The Energy.
    "Girls, kalian harus bisa aktifkan feminine energy kalian kalau pengen dapat cowok dengan masculine energy." "Jangan terlalu ...
  • Self-love.
    Setelah saya baca-baca ulang di blog ini, dulu saya pernah nulis “sakit hati di usia 20-an” waktu saya masih eaaaarrrrlyyyy 20, kayaknya umu...

Blogger templates

Instagram

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  November (1)
      • The Vulnerable One
    • ►  Mei (1)
      • The Girl They Talk About
  • ►  2024 (7)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2023 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
  • ►  2020 (4)
    • ►  November (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (9)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (25)
    • ►  Desember (5)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (3)
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼ 2025 (2)
    • ▼ November (1)
      • The Vulnerable One
    • ► Mei (1)
      • The Girl They Talk About
  • ► 2024 (7)
    • ► Oktober (1)
    • ► September (1)
    • ► Mei (1)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2023 (8)
    • ► Oktober (1)
    • ► Agustus (2)
    • ► Juli (2)
    • ► April (1)
    • ► Maret (2)
  • ► 2022 (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2021 (13)
    • ► Desember (1)
    • ► November (1)
    • ► Oktober (1)
    • ► September (2)
    • ► Agustus (1)
    • ► Juli (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (3)
    • ► April (2)
  • ► 2020 (4)
    • ► November (2)
    • ► Maret (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2019 (3)
    • ► November (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2018 (5)
    • ► Desember (1)
    • ► Oktober (1)
    • ► Agustus (1)
    • ► Maret (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2017 (9)
    • ► Oktober (1)
    • ► September (1)
    • ► Juli (1)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (3)
    • ► April (1)
    • ► Februari (1)
  • ► 2016 (25)
    • ► Desember (5)
    • ► September (1)
    • ► Agustus (2)
    • ► Juni (1)
    • ► Mei (1)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (9)
    • ► Januari (2)
  • ► 2015 (9)
    • ► Desember (2)
    • ► Oktober (2)
    • ► September (1)
    • ► Agustus (1)
    • ► April (1)
    • ► Februari (2)
  • ► 2014 (10)
    • ► Desember (1)
    • ► November (1)
    • ► Oktober (1)
    • ► September (4)
    • ► Agustus (3)

Nama

Email *

Pesan *

Search

Like us on Facebook
Follow me on Twitter
ask me anything on askfm
  • Beranda

Menu

  • Beranda

About Me

ethaanastasia
The bubbly person behind the writings. Kinda depressed but well dressed.
Lihat profil lengkapku

About Me

ethaanastasia
The bubbly person behind the writings. Kinda depressed but well dressed.
Lihat profil lengkapku
  • Beranda

Latest Posts

  • That One Word.
     (ceritanya lagi nengokin blog setelah ditinggalin lama banget..) Oh, hi there. Apa kabar? How's life? Mine has its ups and downs, but s...
  • The Girl They Talk About
    Kalau dia senyum, matanya ikut tersenyum. Kalau dia happy, wajahnya merah, matanya berbinar.  She is the happy pill people talk about. Ketaw...
  • Oh, I can see the pink sky (again, finally)
      “Nggak mungkin sih hidup begini banget terus hadiahnya cuma piring cantik” — me mumbling to myself after a rough day.   “Iya tau nanti sem...
  • The man who checks all the boxes
     “Kamu udah ngantuk?” he asked “Belom..” she replied, and lied. He continued his story.  Silence. And she fell asleep again. He giggled know...
  • Hangat, sekali.
    Dua hari kemarin, saya diem-diem nangis. Akhir bulan kemarin, saya juga nangis. Semua tercatat rapi di buku yang saya tulis sendiri. Saya se...
  • It's what we called; Human Journey.
    Saat ini, saya hanya seorang perempuan biasa berusia 28 tahun. Dan setelah 28 tahun saya hidup, banyak sekali pertemuan dan perpisahan yang ...
  • A self reminder.
    Dulu, kalo saya suka sama orang, saya ngomong. Saya nggak suka sesuatu, saya ngomong. Saya nggak suka diperlakukan begini, saya ngomong. Dul...
  • Grief Phase
     Kata orang, "When you're happy, you enjoy the music. But when you're sad, you understand the lyrics." Same goes to me. Ka...
  • The Energy.
    "Girls, kalian harus bisa aktifkan feminine energy kalian kalau pengen dapat cowok dengan masculine energy." "Jangan terlalu ...
  • Self-love.
    Setelah saya baca-baca ulang di blog ini, dulu saya pernah nulis “sakit hati di usia 20-an” waktu saya masih eaaaarrrrlyyyy 20, kayaknya umu...

Blogroll

Flickr

About

Copyright 2014 Harta, Tahta, Margaretha.
Designed by OddThemes